Ditekan Sektor Utilitas, Laju IHSG Gagal Bertahan di Zona Hijau
By Admin

Ilustrasi IHSG
nusakini.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan hari Jumat, 30 Oktober 2026. Indeks utama bursa domestik tersebut merosot 41,01 poin atau sekitar 0,80 persen hingga bertengger di posisi 5.057,05.
Aktivitas jual beli di lantai bursa mencatatkan volume transaksi sebesar 35,15 miliar lembar saham. Nilai perputaran uang dari seluruh transaksi tersebut menurut data bursa menyentuh angka Rp10,38 triliun.
Laju indeks sebenarnya diwarnai volatilitas tinggi karena sempat menghijau ke level 5.110 pada menit-menit awal. Namun, posisi tersebut gagal dipertahankan sehingga angka indeks sempat terperosok ke titik terendah 4.980 sebelum siang hari.
Pelemahan ini diduga kuat dipicu oleh sentimen negatif dari pasar global, termasuk naiknya inflasi Amerika Serikat. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa otoritas moneter memiliki langkah tersendiri dalam merespons dinamika ini.
"Desain suku bunga acuan BI Rate akan terus konsisten sesuai dengan perkembangan data-data perekonomian tanah air dan perkembangan global," paparnya. Bank sentral diyakini tidak akan otomatis mengikuti jejak The Fed dalam menentukan arah kebijakan ke depan.
Menurut catatan Refinitiv, sektor utilitas menjadi pemberat utama bursa dengan koreksi terdalam mencapai 4,85 persen. Kondisi tersebut diperparah oleh menurunnya harga saham-saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, BBRI, dan BREN. (*)